Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai dari kementerian terkait, perbankan penyalur, hingga para pengembang perumahan. Menurutnya, keberhasilan program rumah subsidi mencerminkan kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat.

“Ini adalah wajah negara yang kita cita-citakan. Seorang asisten rumah tangga bisa memiliki rumah dari hasil gajinya sendiri, begitu juga guru, pengemudi ojek, dan pekerja lainnya,” ungkap Prabowo.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun demikian, Presiden juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas rumah subsidi agar hunian yang dibangun tidak hanya terjangkau, tetapi juga layak dan bermartabat. Ia secara khusus meminta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk terus mendorong pengembang meningkatkan mutu bangunan.

“Para pengembang juga harus terus memperbaiki kualitas rumah-rumah subsidi yang dibangun,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan acara tersebut, sebanyak 300 akad dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan dengan melibatkan 11 bank penyalur. Sementara itu, 49.730 akad lainnya dilaksanakan secara daring, melibatkan 39 bank penyalur di 33 provinsi dan tersebar di 110 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Program ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memperkuat sektor perumahan nasional sebagai salah satu penggerak ekonomi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2