Penanaman jagung dipilih karena menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai penting dalam mendukung ketahanan pangan. Selain memiliki potensi hasil yang cukup baik, tanaman jagung juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat apabila dikelola secara optimal dari masa persiapan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen.
Namun demikian, para petani juga menghadapi sejumlah tantangan dalam proses budidaya, salah satunya gangguan hama tikus. Keberadaan hama tersebut selama ini menjadi salah satu kekhawatiran masyarakat karena dapat merusak tanaman dan berpotensi menurunkan hasil panen.
Terkait hal tersebut, Polsek Solokuro mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan secara bersama-sama. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan apabila ditemukan gangguan hama yang berpotensi mengancam tanaman jagung yang akan dibudidayakan.
“Kami memahami bahwa salah satu kekhawatiran petani adalah serangan hama tikus. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan bersama sejak awal dan segera berkoordinasi apabila ditemukan tanda-tanda serangan hama. Harapannya tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen,” ungkap AKP Joko.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur tidak hanya berdampak terhadap sektor pertanian, tetapi juga dapat memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat diubah menjadi lahan yang menghasilkan, sehingga memberikan manfaat langsung maupun jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Polsek Solokuro juga berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan monitoring secara berkala terhadap perkembangan kegiatan tersebut. Kehadiran kepolisian diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama proses pengelolaan lahan berlangsung.
Dengan persiapan yang matang, pengelolaan yang baik, serta dukungan dari seluruh pihak, lahan Perhutani di Desa Tebluru tersebut diharapkan mampu menghasilkan tanaman jagung yang berkualitas dan memberikan hasil panen yang optimal. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Solokuro.
“Kami berharap kerja sama seluruh pihak dapat terus terjaga. Mari kita manfaatkan lahan yang ada secara produktif, menjaga tanaman bersama-sama, serta mewujudkan pertanian yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Polri siap mendukung kegiatan positif masyarakat demi terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” pungkas AKP Joko Suprianto.





