Kehadiran polisi di tempat ibadah, lanjut Beni, diharapkan memberikan efek pencegahan terhadap potensi gangguan sekaligus membangun rasa percaya masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

“Kami mengedepankan tindakan preventif. Semakin dini potensi gangguan dapat diketahui, semakin cepat pula langkah antisipasi bisa dilakukan. Harapannya tentu tidak ada gangguan dan seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Beni.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain peran kepolisian, pihaknya menilai kerja sama dengan pengurus gereja, petugas keamanan internal dan masyarakat sekitar menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas. Komunikasi yang baik akan memudahkan pertukaran informasi apabila ditemukan hal-hal yang memerlukan perhatian.

Beni pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi, menghormati kegiatan keagamaan serta bersama-sama memelihara keamanan di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan orang, barang atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan toleransi. Keamanan dan kedamaian yang sudah terpelihara dengan baik harus kita rawat bersama. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memecah persatuan di tengah masyarakat,” tutur Beni.

Menurutnya, pengamanan tempat ibadah merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

Polsek Lamongan Kota juga akan terus melaksanakan patroli dan kegiatan preventif lainnya dengan menyesuaikan kondisi serta perkembangan situasi di wilayah. Selain tempat ibadah, pengawasan dilakukan pada objek vital, pusat aktivitas masyarakat serta lokasi lain yang dinilai memerlukan kehadiran personel kepolisian.

“Komitmen kami adalah menjaga wilayah Lamongan Kota tetap aman dan kondusif. Kami berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas maupun ibadah dengan tenang. Tentunya hal tersebut membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat,” tegas Beni.

Selama patroli dan pengamanan ibadah Minggu berlangsung, situasi di empat gereja tersebut dilaporkan aman, lancar dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat dilaksanakan tanpa adanya gangguan kamtibmas yang menonjol.

Melalui pengamanan secara rutin, Polsek Lamongan Kota berharap sinergi antara kepolisian, tokoh agama, pengurus tempat ibadah dan masyarakat semakin kuat. Kebersamaan tersebut diharapkan mampu mempertahankan kerukunan antarumat beragama sekaligus mewujudkan situasi Lamongan yang aman, damai dan kondusif, sejalan dengan semangat Polres Lamongan SEHATI: Sinergi, Empati, Humanis, Amanah, Tegas dan Inovatif.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2