“Saya ada putera dan hanya satu. Suami saya meninggal dunia karena pembuluh darah pecah di otak. Tetapi saya masih tetap jalani hidup ini, walau tanpa dipedulikan anak saya,” kata Tini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk kehidupan sehari-hari, Tini memberanikan dirinya meminjam uang dari koperasi, dengan suku bunga yang tinggi. Sedangkan, untuk membayar dirinya mengaku tidak mampu.

“Kerja saya serabutan mas, saya pinjam uang buat bayar kost dan makan sehari-hari,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hadir pada blusukan malam itu, Lurah Wirogunan, Siti Mahmudah Setyaningsih.

Hingga berita ini ditulis, pihak Pemerintah setempat telah mendata dan cross check informasi, untuk dibantu.(Wira)

Editor : Achmad Bisri

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2