Penyerahan hadiah dilakukan oleh Kalapas Lamongan bersama jajaran pejabat struktural serta perwakilan PKBM Media Cinta Ilmu. Berbagai perlombaan tersebut menjadi sarana hiburan sekaligus membangun kebersamaan dan sportivitas di antara warga binaan.
Kegiatan perlombaan dinilai memiliki nilai positif dalam mendukung proses pembinaan. Selain memberikan ruang rekreasi, aktivitas tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kedisiplinan, kerja sama, sportivitas dan rasa percaya diri warga binaan.
Andi Hasyim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Lamongan. Menurutnya, keberhasilan program pembinaan membutuhkan kolaborasi antara petugas pemasyarakatan, warga binaan, keluarga, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap proses reintegrasi sosial.
“Saya mengapresiasi seluruh jajaran dan pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan kemerdekaan di Lapas Lamongan. Semoga kegiatan ini memberikan energi positif bagi warga binaan untuk terus mengikuti pembinaan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas,” tuturnya.
Ia menambahkan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki diri dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Bagi warga binaan, proses tersebut dapat dimulai dengan mengikuti pembinaan secara konsisten serta membangun keterampilan yang dapat digunakan ketika kembali ke masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk berubah. Terus ikuti pembinaan, tingkatkan keterampilan dan persiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat nanti bisa hidup mandiri, produktif dan diterima dengan baik,” imbuh Andi Hasyim.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Kelas IIB Lamongan pun tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa proses pemasyarakatan memiliki tujuan yang lebih luas, yakni membentuk warga binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan memiliki kesiapan untuk kembali menjadi anggota masyarakat.
Melalui pemberian remisi, kegiatan pembinaan, serta berbagai aktivitas positif bagi warga binaan, Lapas Lamongan terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan produktif. Harapannya, setiap warga binaan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Momentum kemerdekaan akhirnya menjadi simbol harapan baru, terutama bagi delapan warga binaan yang memperoleh kebebasan. Mereka diharapkan dapat membuka lembaran kehidupan baru, kembali berkumpul dengan keluarga, serta berkontribusi secara positif di lingkungan masing-masing.
Sementara bagi ratusan warga binaan lainnya yang masih menjalani masa pidana, pemberian remisi diharapkan menjadi pemacu untuk terus berperilaku baik dan mengikuti program pembinaan. Dengan demikian, semangat kemerdekaan dapat benar-benar diwujudkan melalui proses perubahan yang nyata di lingkungan pemasyarakatan.





