Di sisi lain, Ketua Umum KONI Lamongan periode sebelumnya, Hery Pranoto, mengungkapkan bahwa perkembangan organisasi olahraga di Lamongan mengalami peningkatan cukup signifikan.
“Pada 2022, KONI Lamongan tercatat menaungi 29 cabang olahraga. Jumlah tersebut terus berkembang hingga mencapai 49 cabang olahraga pada 2026. Artinya, terdapat penambahan 20 cabang olahraga dalam kurun waktu empat tahun,” kata Hery.
Menurut Hery, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat dan kesempatan masyarakat Lamongan untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas olahraga.
Namun, ia mengingatkan bahwa bertambahnya jumlah cabang olahraga harus diimbangi dengan peningkatan prestasi.
“Semakin banyak cabang olahraga, tinggal bagaimana kepengurusan KONI yang baru meningkatkan prestasinya, tidak hanya atlet, tetapi juga pelatih,” ungkap Hery.
Hery menjelaskan, Lamongan memiliki sejumlah cabang olahraga unggulan yang telah menunjukkan prestasi membanggakan pada penyelenggaraan Porprov sebelumnya.
Pada Porprov VIII Jawa Timur 2023, sejumlah cabang olahraga seperti petanque, tarung derajat, catur, biliar, karate, gulat, dan sambo berhasil mencatatkan hasil menonjol.
“Bahkan, petanque Lamongan sukses meraih predikat juara umum pada ajang tersebut,” sebutnya.
Selain cabang olahraga unggulan itu, potensi prestasi juga terlihat dari Mixed Martial Arts (MMA), kriket, loncat indah, panjat tebing, dan pencak silat.
Sementara untuk menghadapi Porprov 2027, sejumlah cabang olahraga baru seperti dayung dan tinju juga direncanakan ikut ambil bagian.
Hery berharap kepengurusan KONI yang baru mampu mempertahankan capaian positif tersebut sekaligus melakukan pembenahan dalam sistem pembinaan atlet dan peningkatan kualitas pelatih.
Dengan semakin banyaknya cabang olahraga, KONI Lamongan dinilai memiliki peluang lebih luas untuk mengembangkan potensi atlet dari berbagai disiplin olahraga.
Meski demikian, penguatan organisasi, konsistensi pembinaan, serta kesiapan menghadapi kompetisi menjadi pekerjaan penting yang harus dijalankan kepengurusan baru.
Musorkab KONI Lamongan 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap kepemimpinan Munif Syarif dapat membawa semangat baru dalam membangun olahraga daerah yang lebih kompetitif dan berprestasi.
Kini, perhatian tertuju pada langkah kepengurusan KONI Lamongan periode 2026–2030 dalam menyiapkan atlet-atlet terbaik menghadapi Porprov X Jawa Timur 2027.
Ajang tersebut akan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga Lamongan sekaligus kesempatan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih sebelumnya.





