Menurutnya, pembukaan akses pasar tidak semestinya hanya menguntungkan perusahaan tertentu. Peternak dan pelaku usaha lain yang mampu memenuhi persyaratan juga diharapkan memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi.
“Ekspor ini bukan hanya kepentingan perusahaan tertentu, tetapi merupakan kepentingan nasional. Harapannya, akses pasar ini bisa dibuka seluas-luasnya bagi peternak dan perusahaan di Indonesia yang siap serta mampu memenuhi protokol yang ditetapkan,” ujar Teguh.
Dengan pasar yang lebih luas, peternak diharapkan memiliki alternatif pembeli dan posisi tawar yang lebih baik. Meski demikian, dampaknya terhadap harga di tingkat peternak akan bergantung pada realisasi volume ekspor, kontinuitas permintaan, serta efisiensi rantai distribusi.
Di sisi lain, peluang ekspor masih menghadapi tantangan biaya pengiriman. Nuryanto dari PT Agro Investama mengingatkan bahwa harga ternak Indonesia harus tetap kompetitif agar dapat bersaing di pasar Malaysia.
Biaya logistik yang tinggi berpotensi mengurangi keuntungan pelaku usaha dan membuat harga ternak Indonesia kurang menarik bagi pembeli. Karena itu, pilihan transportasi, kapasitas pengiriman, dan efisiensi distribusi menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan.
Dukungan kapal ternak menjadi salah satu opsi yang dibahas untuk menjawab tantangan tersebut. Namun, realisasi pengiriman tetap memerlukan kepastian jadwal, kesiapan armada, serta pemenuhan persyaratan teknis dan kesehatan hewan.
Kementan bersama pihak terkait terus mendorong penyelesaian berbagai persyaratan agar peluang perdagangan kambing dan domba hidup ke Malaysia dapat diwujudkan. Persiapan tersebut mencakup kepastian akses pasar, kesiapan pasokan, prosedur karantina, serta dukungan transportasi.
Bagi peternak Indonesia, terbukanya kembali pasar Malaysia berpotensi menjadi momentum untuk memperluas pemasaran ternak lokal. Namun, keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh minat pembeli, melainkan juga kemampuan menjaga kualitas ternak, memenuhi standar negara tujuan, dan menawarkan harga yang kompetitif.
Apabila seluruh persyaratan dapat dipenuhi, peluang ini diharapkan berkembang menjadi jalur perdagangan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas bagi peternak serta industri peternakan nasional.
Meski demikian, akses ekspor tersebut masih dalam tahap persiapan berdasarkan informasi yang tersedia. Kepastian waktu pengiriman perdana, jumlah ternak yang benar-benar akan dikirim, dan realisasi pembukaan pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut.





