Manajer Puncak LSPro Benih dan Bibit Ternak, Gito Haryanto, menekankan bahwa peningkatan kemampuan petugas harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemahaman terhadap standar dan prosedur perlu diikuti dengan keterampilan praktik agar pelaksanaannya di lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan dan teknik pengambilan sampel, penanganan serta pemeliharaan kondisi sampel, hingga pencatatan dan dokumentasi yang diperlukan dalam proses pengujian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Materi disampaikan bersama narasumber dari Mutu Institute, Diana Widiastuti. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan ketepatan pelaksanaan tugas sekaligus memahami pentingnya konsistensi prosedur dalam menjaga kualitas hasil pengujian.

Selain aspek teknis, pelatihan juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran petugas terhadap tanggung jawab profesional dalam setiap tahapan sertifikasi. Ketelitian, objektivitas, dan integritas menjadi unsur penting untuk memastikan hasil penilaian tidak hanya memenuhi prosedur, tetapi juga memiliki dasar yang jelas.

Bagi peternak dan pelaku usaha, kepastian mutu benih dan bibit ternak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha. Oleh sebab itu, proses pengujian dan sertifikasi perlu didukung petugas yang kompeten serta penerapan prosedur yang konsisten.

Penguatan kapasitas petugas pengambil contoh diharapkan dapat mendukung peningkatan keandalan proses sertifikasi, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap sistem jaminan mutu produk peternakan.

Melalui kolaborasi dengan Mutu Institute, Kementan mendorong agar peningkatan kompetensi petugas menjadi bagian dari penguatan tata kelola sertifikasi yang profesional. Upaya ini diharapkan dapat mendukung penyediaan benih dan bibit ternak bermutu serta pengembangan sektor peternakan yang produktif dan berdaya saing.

Pada akhirnya, akurasi pengujian bukan hanya berkaitan dengan ketepatan teknis di laboratorium atau lapangan, melainkan juga dengan kualitas keputusan sertifikasi yang menjadi salah satu acuan bagi pelaku usaha. Dengan pengambilan sampel yang tepat dan proses pengujian yang andal, sistem sertifikasi diharapkan mampu memberikan kepastian mutu yang lebih baik bagi sektor peternakan nasional. (*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2