LAMONGAN, BeritaSiber.com – Dedikasi dan profesionalisme anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali mendapat apresiasi. Kapolres Lamongan memberikan penghargaan kepada Aipda Suwito, Ps. Kanit Samapta Polsek Pucuk, atas keberhasilannya menangani dan mengamankan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang membawa senjata tajam dan sempat meresahkan warga. Penghargaan tersebut diberikan pada Senin (12/10/2026).
Kapolsek Pucuk, AKP Kharis Ubaidillah, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penghargaan yang diterima salah satu personelnya tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Aipda Suwito dalam menangani situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat merupakan bukti nyata bahwa anggota Polri mampu menjalankan tugas secara profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
“Penghargaan yang diberikan Bapak Kapolres Lamongan kepada Aipda Suwito merupakan suatu kebanggaan bagi keluarga besar Polsek Pucuk. Ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan tugas kepolisian yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab, keberanian, dan mengedepankan sisi kemanusiaan mendapatkan perhatian serta apresiasi dari pimpinan,” ujar AKP Kharis Ubaidillah.
Ia menjelaskan, penanganan terhadap seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan, terlebih ketika membawa senjata tajam, membutuhkan kesabaran, ketenangan, serta kemampuan anggota dalam membaca situasi di lapangan. Sebab, tindakan yang kurang tepat berpotensi menimbulkan risiko, baik terhadap masyarakat, petugas, maupun orang yang sedang ditangani.
Dalam peristiwa tersebut, Aipda Suwito dinilai mampu mengambil langkah yang tepat dengan mengutamakan komunikasi secara persuasif. Meski menghadapi kondisi yang berisiko, anggota Polsek Pucuk tersebut berhasil mengendalikan situasi tanpa menggunakan tindakan kekerasan.
Keberhasilan itu sekaligus menunjukkan pentingnya kemampuan komunikasi dan pengendalian diri dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya ketika menghadapi masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.
“Menangani ODGJ yang membawa senjata tajam tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan keberanian, kesabaran, dan pengambilan keputusan yang tepat. Alhamdulillah, anggota kami mampu menyelesaikan situasi tersebut secara aman dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, tanpa tindakan kekerasan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AKP Kharis menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan kepolisian. Namun demikian, perlindungan terhadap individu yang sedang mengalami gangguan kejiwaan juga harus tetap diperhatikan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.





