Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh kelompok tani dan Gapoktan untuk mendukung program pemerintah dengan mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Camat Solokuro dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa penerapan sistem e-Alokasi pupuk bersubsidi bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam penyaluran pupuk kepada petani.

Dengan sistem ini, diharapkan tidak terjadi kelangkaan pupuk maupun penyaluran yang tidak sesuai peruntukan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat yang tergabung dalam Poktan dan Gapoktan Desa Bluri menunjukkan antusiasme dan dukungan penuh terhadap program RDKK dan e-Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para petani semakin memahami kebijakan pemerintah di bidang pertanian serta mampu memanfaatkan pupuk bersubsidi secara optimal.

“Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Lamongan,” kata Kanit Samapta, IPTU M. Samsul Arifin,.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2