Dengan situasi ini, Disparbud Lamongan mengirimkan edaran kepada seluruh pengelola tempat wisata untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemeliharaan sarana keselamatan secara berkala.
“Kami menghimbau pelaku usaha wisata untuk selalu mengamati pembaruan informasi BMKG guna mencegah risiko akibat cuaca ekstrem,” tegas Rubikah.
Selain memfokuskan pada keamanan, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga optimistis bahwa momentum libur akhir tahun akan semakin menggerakkan roda ekonomi daerah. Berdasarkan data Disparbud, hingga November 2025 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lamongan mencapai 3.387.695 orang.
“Kunjungan wisatawan terus meningkat dan ini sangat positif untuk perekonomian daerah. Jika wisatawan merasa puas dengan pelayanan dan fasilitas wisata di Lamongan, kami yakin rekomendasi dari mulut ke mulut akan menarik lebih banyak wisatawan,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan yang sedang dilakukan, Pemkab Lamongan berharap destinasi wisata unggulan seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL), Makam Sunan Drajat, Waduk Gondang, Rusa Bawean Park, dan wisata desa dapat menjadi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.





