LAMONGAN, BeritaSiber.com – Tahapan pengisian jabatan Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Wajik, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, memasuki proses pembuatan hingga penyegelan naskah soal ujian. Untuk menjaga transparansi dan mencegah kebocoran soal, proses tersebut mendapat pengamanan dari kepolisian bersama unsur TNI dan Linmas di Balai Desa Wajik, Minggu (13/9/2026).

Kapolsek Lamongan Kota KOMPOL Beni Ulang Setiawan, S.Pd., M.A.P. mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan seleksi perangkat desa berjalan aman, tertib, transparan serta menjunjung prinsip jujur dan adil. Polisi juga melakukan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan maupun hal-hal yang dapat memengaruhi integritas proses seleksi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Pengamanan kami lakukan untuk memastikan seluruh tahapan, mulai dari pembuatan soal, penyegelan hingga penyimpanan naskah ujian dapat berjalan dengan aman. Yang paling penting adalah menjaga proses seleksi ini tetap transparan, jujur dan adil serta mencegah adanya kebocoran soal,” kata Beni.

Proses pembuatan dan penyegelan soal berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB. Kegiatan diikuti sekitar 20 orang dan berada di bawah tanggung jawab Kepala Desa Wajik Drs. Sampurno.

Sejumlah unsur terkait turut hadir melakukan pemantauan. Di antaranya Wakapolsek Lamongan Kota IPTU Tjandra Febri, S.H., Sekretaris Kecamatan Lamongan Arief Rochman Wibisono, S.E., Peltu Karyanto yang mewakili Danramil 0812/01 Kota, Kepala Desa Wajik, Ketua BPD Desa Wajik Zen Wahyudi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, tim pengangkatan perangkat desa serta unsur tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Beni menjelaskan, pengamanan dilakukan secara ketat karena naskah ujian merupakan salah satu komponen penting dalam menjamin objektivitas seleksi. Polisi bersama unsur pengamanan lainnya memastikan proses pembuatan soal berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

“Semua pihak tentu menginginkan peserta mendapatkan kesempatan yang sama. Karena itu, kerahasiaan soal harus benar-benar dijaga. Tidak boleh ada pihak yang memperoleh keuntungan karena mendapatkan informasi mengenai materi ujian sebelum waktunya,” ujarnya.

Tahapan kegiatan diawali dengan pengecekan dan sterilisasi ruangan serta buku panduan yang akan digunakan dalam pembuatan soal. Tim pengangkatan perangkat Desa Wajik yang bertugas membuat naskah juga menjalani sterilisasi sebelum memasuki ruangan khusus.

Untuk menjaga kerahasiaan materi, telepon seluler milik panitia diamankan selama proses pembuatan soal berlangsung. Panitia kemudian menjalani karantina di ruangan yang telah ditentukan dan mendapatkan pengawasan selama penyusunan naskah ujian.

“Pengamanan telepon seluler dan karantina panitia merupakan bagian dari mekanisme untuk memperkecil peluang keluarnya informasi terkait soal. Kami melakukan pengamanan sesuai tugas kepolisian agar prosesnya dapat berlangsung tertib dan tidak terganggu,” jelas Beni.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2