“Kami hadir tidak hanya saat bencana datang, tetapi juga dalam upaya pencegahan. Edukasi, sosialisasi, dan koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari tanggung jawab kami,” tegas Iswahyudi
Jambore FPRB ke-3 diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam menanggulangi bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan gempa bumi yang berpotensi terjadi di wilayah Lamongan.
Selain itu, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan individu maupun kelompok.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, FPRB Kabupaten Lamongan berharap Indonesia, khususnya wilayah Lamongan, semakin tangguh dalam menghadapi bencana serta ke depan bisa bebas dari bencana.
“Semoga Indonesia terbebas dari bencana. Mari kita jaga alam, dan alam akan menjaga kita,” tutup Iswahyudi.(Bs).





