Setelah melewati seluruh tahapan penilaian, Cak Aldo yang mewakili Kecamatan Tegalsari akhirnya berhasil menyabet gelar Cak Surabaya 2026. Sementara itu, Ning Rara dari Kecamatan Gubeng sukses meraih gelar Ning Surabaya 2026.
Kemenangan keduanya sekaligus menempatkan Tegalsari dan Gubeng sebagai kecamatan yang berhasil mengantarkan wakilnya meraih gelar utama pada ajang tahun ini.
Selain pasangan pemenang utama, sejumlah finalis lainnya juga berhasil membawa pulang penghargaan.
Posisi Wakil I diraih Cak Denanta dari Kecamatan Mulyorejo dan Ning Sheyreen dari Kecamatan Pabean Cantian.
Sementara itu, gelar Wakil II menjadi milik Cak Chesta dari Kecamatan Genteng dan Ning Naydee dari Kecamatan Rungkut.
Adapun posisi Wakil III diraih Cak Jovan bersama Ning Zewar yang sama-sama berasal dari Kecamatan Wiyung.
Para pemenang diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda Surabaya yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pariwisata, pelestarian budaya, serta berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Pemerintah Kota Surabaya juga menyiapkan ruang keterlibatan bagi para Cak dan Ning terpilih dalam sejumlah program pemerintah, salah satunya Kampung Pancasila.
Program tersebut dinilai sejalan dengan berbagai gagasan yang disampaikan para finalis, terutama yang berkaitan dengan empat aspek utama, yakni lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.
Herry menyebutkan bahwa sejumlah peserta telah menawarkan inovasi yang menyentuh persoalan nyata, mulai dari pengelolaan bank sampah, digitalisasi, pencegahan stunting, hingga penguatan semangat gotong royong.
Melalui kolaborasi tersebut, keberadaan Cak dan Ning diharapkan tidak hanya menjadi simbol promosi pariwisata, tetapi juga mampu berperan sebagai penggerak perubahan positif di lingkungan masyarakat.
Pemkot Surabaya pun berkomitmen mendukung berbagai gagasan kreatif yang dinilai memiliki manfaat dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Dengan terpilihnya Cak Aldo dan Ning Rara, harapan baru muncul agar duta wisata Surabaya semakin aktif memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan destinasi wisata Kota Pahlawan kepada masyarakat luas.
Keduanya kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa gelar yang diraih bukan sekadar prestasi dalam kompetisi, melainkan amanah untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi kota.
Herry menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam program pembangunan, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan keterlibatan mahasiswa dalam Kampung Pancasila.
“Insyaallah pemerintah akan melibatkan mereka di dalam Kampung Pancasila tersebut, karena pada saat ini pun kami juga berkoordinasi dengan kampus, apalagi yang menerima beasiswa itu wajib hukumnya untuk terlibat di dalam Kampung Pancasila,” pungkasnya.





