Setelah melakukan penanganan selama kurang lebih 21 menit sejak tiba di lokasi, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api pada pukul 12.34 WIB.

Kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak kebakaran, mengingat api yang berasal dari area dapur berpotensi merambat ke material bangunan maupun barang-barang mudah terbakar di sekitarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan pendataan petugas, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Tidak ada laporan korban luka ringan, luka berat, ataupun meninggal dunia.

Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp15 juta. Sementara itu, nilai aset yang berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran ditaksir mencapai Rp300 juta.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menggunakan peralatan memasak, terutama tungku berbahan bakar kayu yang masih banyak digunakan di lingkungan rumah tangga.

Pasalnya, bara api pada tungku kayu dapat tetap menyala meskipun aktivitas memasak telah selesai. Apabila tidak dipastikan benar-benar padam, sisa bara tersebut berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika berada dekat dengan benda atau material yang mudah terbakar.

Selain memastikan tungku telah padam, masyarakat juga diingatkan untuk tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan penghuni rumah dan menimbulkan kerugian materiil.

Pihak Satpol PP Kabupaten Kediri melalui petugas pemadam kebakaran terus mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan api terbuka.

Kejadian di Ngadiluwih tersebut menunjukkan bahwa kelalaian kecil dalam aktivitas rumah tangga dapat berujung pada kerugian yang tidak sedikit. Karena itu, kesadaran dan kedisiplinan dalam memastikan seluruh sumber api telah padam menjadi langkah pencegahan yang perlu diterapkan setiap hari.

Kaleb pun kembali mengimbau masyarakat agar tidak menganggap sepele potensi bahaya kebakaran yang berasal dari aktivitas memasak.

“Masyarakat agar selalu memastikan tungku dan peralatan memasak sudah dalam keadaan mati setelah digunakan. Jangan meninggalkan kegiatan memasak tanpa pengawasan guna mencegah terjadinya kebakaran,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2