Lebih lanjut, Fuad menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan semangat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) melalui slogan “Kampus Berdampak”, di mana kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian.
Sementara itu, Dr. Mohammad Yaskun mengungkapkan bahwa kolaborasi antara akademisi, TNI, dan pemerintah daerah telah terbukti efektif dalam mendukung ketahanan pangan.
Sebelumnya, pada awal Juni 2025, UNISLA bersama Kodim 0812 Lamongan dan Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan kegiatan panen raya. Kini, di akhir Juli, UNISLA kembali berkontribusi melalui kolaborasi dengan FP UTM untuk memperkuat sektor pertanian lokal.
“Kami berharap sinergi lintas kampus dan instansi ini mampu memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan pertanian di Indonesia, khususnya di Lamongan,” jelas Yaskun.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak UTM dan UNISLA menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Riset dan Pengembangan KEMDIKTISAINTEK yang telah mendukung penuh kegiatan ini melalui pendanaan program PKM.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kampus hadir bukan hanya sebagai menara gading ilmu, tetapi sebagai agen perubahan nyata bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.(Bs)





