Lebih dari sekadar memberikan imbauan, Polsek Pucuk juga mengajak para tukang ojek untuk menjadi mitra aktif kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Mengingat posisi mereka yang sehari-hari berada di area pasar, komunitas ojek dinilai memiliki peran strategis sebagai “mata dan telinga” petugas di lapangan.
Petugas mengimbau agar mereka tidak segan atau takut untuk segera melapor ke pihak kepolisian apabila melihat ada gerak-gerik orang yang mencurigakan maupun gangguan kamtibmas sekecil apa pun di sekitar Pasar Pucuk.
Secara terpisah, pihak Polsek Pucuk menegaskan bahwa patroli dialogis ini merupakan perwujudan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Pasar merupakan pusat perputaran ekonomi yang sangat vital, sehingga jaminan rasa aman bagi pedagang, pembeli, maupun penyedia jasa transportasi menjadi prioritas utama.
Melalui komunikasi dua arah yang rutin dibangun seperti ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat dan kesadaran menjaga keamanan lingkungan secara swakarsa dapat tumbuh dengan baik.
Hingga kegiatan patroli berakhir, interaksi antara petugas kepolisian dan komunitas ojek di Pasar Pucuk berjalan dengan penuh keakraban. Secara umum, situasi keamanan di area pasar dan sekitarnya dilaporkan berada dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif.





