Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pegiat koperasi di Jawa Timur, untuk terus berinovasi serta cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan era digitalisasi. Langkah ini dinilai krusial agar ke depannya lembaga koperasi mampu bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, serta memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Sementara itu, Menteri Koperasi Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, dalam sesi pemaparan materinya mengungkapkan arah kebijakan strategis pemerintah pusat ke depan. Ia menjelaskan bahwa melalui program Koperasi Desa Merah Putih, seluruh mekanisme penyaluran berbagai kebutuhan subsidi mulai dari gas, pupuk, hingga kebutuhan pokok masyarakat nantinya akan dipusatkan dan dilaksanakan melalui Koperasi Desa (Kopdes). Kebijakan ini dijalankan sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koperasi menambahkan, selain distribusi barang bersubsidi, berbagai layanan keuangan dan bantuan sosial juga akan disinergikan melalui Kopdes. Layanan tersebut di antaranya meliputi penyaluran bantuan pangan non-tunai, fasilitas Kredit Usaha Mikro (KUM), layanan channeling, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga penyediaan berbagai layanan jasa perbankan lainnya untuk mempermudah akses ekonomi masyarakat pedesaan.
Dengan diraihnya penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026 oleh Bupati Madiun, diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan bagi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk terus mendorong kemajuan, kemandirian, serta daya saing koperasi dan UMKM lokal agar kian berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.





