LAMONGAN, BeritaSiber.com – Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam, khususnya kekeringan, kebakaran lahan persawahan, dan pohon tumbang, jajaran Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, melaksanakan patroli kewilayahan dengan melakukan pemantauan kondisi lingkungan serta debit air embung di Desa Gempoltukmloko dan sekitarnya, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.14 WIB tersebut merupakan upaya preventif kepolisian untuk mendeteksi potensi kerawanan bencana sejak dini sekaligus memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga.
Kapolsek Sarirejo, IPTU Moch. Sokep, S.H., menjelaskan bahwa patroli kewilayahan tersebut difokuskan pada pemantauan kondisi area persawahan, ketersediaan air di embung atau waduk, serta lingkungan yang berpotensi mengalami gangguan akibat perubahan kondisi cuaca.
Menurutnya, langkah antisipasi sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keselamatan maupun aktivitas sehari-hari.
“Patroli kewilayahan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi bencana alam, terutama kekeringan, kebakaran lahan persawahan, dan pohon tumbang. Kami ingin memastikan kondisi lingkungan tetap terpantau sehingga apabila ditemukan potensi kerawanan, langkah pencegahan dan koordinasi dapat segera dilakukan,” ujar IPTU Moch. Sokep.
Dalam pelaksanaannya, anggota jaga Polsek Sarirejo menyusuri kawasan persawahan dan area embung di Desa Gempoltukmloko serta sejumlah lokasi di sekitarnya yang menjadi sasaran pemantauan.
Petugas melakukan monitoring terhadap kondisi debit air embung atau waduk sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air yang dapat berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat.
Selain memantau sumber air, anggota kepolisian juga memperhatikan kondisi lahan persawahan yang berpotensi mengalami kekeringan serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama apabila terdapat vegetasi atau material kering yang mudah terbakar.
Pemantauan tersebut menjadi langkah penting mengingat kawasan pertanian merupakan salah satu sektor yang berkaitan langsung dengan aktivitas dan mata pencaharian masyarakat pedesaan.
Kondisi ketersediaan air dan keamanan lingkungan pertanian perlu mendapatkan perhatian bersama agar berbagai potensi gangguan dapat diketahui sedini mungkin.
Tidak hanya berfokus pada potensi kekeringan, personel Polsek Sarirejo juga melakukan pemantauan terhadap keberadaan pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya di sekitar jalur aktivitas warga maupun kawasan pertanian.
Kapolsek Sarirejo menegaskan bahwa kegiatan monitoring bencana merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang mengedepankan langkah pencegahan serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi bencana baru melakukan tindakan. Melalui patroli dan pemantauan langsung di lapangan, kami berupaya mengenali potensi risiko sejak awal. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan,” jelasnya.
Selain melaksanakan pemantauan kondisi lingkungan, petugas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi bahaya di sekitar tempat tinggal maupun lahan pertanian.





