BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Lamongan terus memacu pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pilar penguatan ketahanan pangan nasional. Hingga akhir Januari 2026, sebanyak 13 titik pembangunan dilaporkan telah rampung 100 persen dan siap dioperasikan.
Laporan perkembangan ini disampaikan langsung oleh Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Arm Deni Suryo Anggo Digdo, kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan kerja di Desa Doyomulyo, Kecamatan Kembangbahu, Selasa (27/1/2026).
Letkol Arm Deni Suryo Anggo Digdo mengungkapkan bahwa antusiasme dan kesiapan lahan di Lamongan sangat tinggi. Saat ini, tercatat ada 301 titik lokasi yang telah resmi terdaftar dalam portal pembangunan koperasi desa tersebut.
”Seluruh titik yang masuk dalam portal sudah kita dorong progres pembangunannya. Saat ini 13 titik sudah selesai total, dan kami targetkan akhir bulan ini bisa bertambah menjadi 20 titik,” ujar Dandim di hadapan Menko Pangan.
Tak berhenti di situ, pihaknya memasang target tinggi untuk satu bulan ke depan. “Harapannya, pada akhir Februari nanti kita bisa menyelesaikan sekitar 100 titik pembangunan,” tegasnya optimistis.
Pembangunan KDMP di Lamongan bukan tanpa tantangan. Mengingat karakteristik wilayah Lamongan yang didominasi lahan pertanian, mayoritas lokasi koperasi berada di area persawahan dan tambak. Hal ini menuntut pengerjaan teknis yang lebih ekstra, terutama pada tahap pengurukan lahan.
”Mayoritas lokasi membutuhkan proses pengurukan yang cukup tinggi karena berada di lahan sawah dan tambak. Namun, kendala geografis itu tidak menghentikan langkah kami,” kata Letkol Arm Deni.
Alih-alih menjadi penghambat, Dandim menegaskan bahwa jajarannya menjadikan tantangan tersebut sebagai peluang untuk membuktikan militansi prajurit dalam mendukung program pemerintah. Ia memastikan seluruh 301 titik akan terus dipantau perkembangannya secara real-time agar target operasional tidak meleset.
Program Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi petani dan warga desa di Lamongan. Dengan adanya koperasi ini, akses terhadap sarana produksi pertanian dan distribusi hasil pangan diharapkan menjadi lebih singkat dan efisien.
Kehadiran Menko Pangan Zulkifli Hasan di lokasi pun menjadi sinyal kuat bahwa proyek di Lamongan ini merupakan salah satu pilot project nasional yang krusial bagi kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.





