“Jika air terendam lebih dari satu minggu, akan ada risiko kematian pada tanaman padi. Namun, jika hanya 1-2 hari, kemungkinan besar padi tersebut akan selamat,” jelasnya.
Joko juga mengimbau kepada seluruh Camat dan Kepala Desa untuk tetap waspada, mengingat rilis dari BMKG yang memperingatkan adanya cuaca ekstrem di seluruh Jawa Timur, termasuk Lamongan, dari tanggal 10 hingga 17 Mei 2025.
“Mudah-mudahan air segera surut sehingga petani kita tidak dirugikan oleh kondisi cuaca ini,” tutupnya.
Banjir diprediksi masih akan menggenangi akses jalan dan sawah milik warga di lokasi tersebut, mengingat pada Senin sore, Kabupaten Lamongan kembali mengalami hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Warga diharapkan tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan banjir lebih lanjut.(Bs).
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





