Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 tersebut meminta para pemain tidak larut dalam kekecewaan. Hasil imbang melawan Deltras harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki performa tim menghadapi pertandingan berikutnya.

Kegagalan mengamankan tiga poin juga menjadi catatan penting bagi Persela, khususnya dalam menjaga konsentrasi dan mengelola keunggulan ketika menghadapi lawan yang bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Leonard Tupamahu Puji Mentalitas Deltras

Berbeda dengan kubu Persela, pelatih Deltras Sidoarjo, Leonard Tupamahu, justru bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya membawa pulang satu poin dari Lamongan.

Menurut Leonard, hasil imbang tersebut sangat berarti mengingat Deltras harus menghadapi tekanan tuan rumah dengan kondisi hanya diperkuat 10 pemain sejak babak pertama.

“Ini hasil pertandingan yang sangat penting bagi kami. Pemain tetap tenang dan menjalankan strategi yang sudah kami rencanakan,” ujar Leonard.

Ia menilai para pemain Deltras mampu menunjukkan kedisiplinan dan ketenangan dalam menghadapi agresivitas Persela yang mendapat dukungan penuh dari suporter tuan rumah.

Meski sempat tertinggal melalui gol penalti Juninho Cabral, Deltras tetap berusaha menjalankan strategi dan memanfaatkan kesempatan yang muncul hingga akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti daya juang Deltras dalam mempertahankan posisi teratas klasemen sementara Grup B.

Persela Gagal Kudeta Deltras, Rekor Clean Sheet Terhenti

Hasil imbang di Stadion Surajaya membuat persaingan papan atas Grup B Pegadaian Championship 2026/2027 tetap berlangsung ketat.

Deltras Sidoarjo masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 13 poin dari lima pertandingan. Sementara itu, Persela Lamongan harus puas menempati peringkat kedua dengan raihan 12 poin.

Selisih satu angka membuat perebutan posisi teratas masih terbuka pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Namun, bagi Persela, hasil pertandingan ini meninggalkan dua catatan mengecewakan sekaligus.

Selain gagal merebut puncak klasemen, Laskar Joko Tingkir juga harus kehilangan rekor tanpa kebobolan yang berhasil dipertahankan dalam empat pertandingan awal musim.

Gol Achmad Dwi Firmansyah pada menit ke-87 menjadi gol pertama yang bersarang di gawang Persela sepanjang kompetisi musim ini.

Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Bima Sakti untuk memperbaiki konsentrasi lini pertahanan, terutama ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Persela kini dituntut segera bangkit agar tidak kehilangan momentum dalam persaingan memperebutkan posisi teratas Grup B.

Sementara itu, Deltras berhasil menunjukkan karakter sebagai pemuncak klasemen. Meski kehilangan satu pemain, tim berjuluk The Lobster tetap mampu mencuri poin penting dari kandang rivalnya.

Bagi Persela, hasil 1-1 terasa seperti kehilangan kemenangan. Sebaliknya, bagi Deltras, satu poin dari Stadion Surajaya menjadi hasil berharga yang menjaga mereka tetap berada di singgasana klasemen.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2