Selain itu, petugas bersama pengamanan internal gereja melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap jemaat yang akan memasuki area gereja. Setiap orang dan barang bawaan jemaat diperiksa secara humanis dan profesional, tanpa mengurangi kenyamanan serta kekhidmatan ibadah. Sistem pengamanan terbuka juga diterapkan dengan menempatkan petugas di pintu masuk gereja sebagai langkah antisipasi sekaligus bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.
IPTU Sono menegaskan bahwa pengamanan ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan fisik, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Lamongan.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional agar jemaat merasa terlindungi serta nyaman dalam beribadah,” tambahnya.
Selama kegiatan ibadah berlangsung, situasi di Gereja GKJW Desa Pelang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian ibadah Minggu pagi dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan maupun kejadian menonjol. Kehadiran aparat kepolisian juga mendapat apresiasi positif dari pihak gereja dan para jemaat yang merasa lebih tenang dan aman.
Polsek Kembangbahu menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan pengamanan kegiatan keagamaan secara rutin sebagai wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat. Masyarakat pun diimbau untuk terus menjaga kerukunan, toleransi, serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.





