Tidak hanya itu, petugas juga mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak menggunakan aliran listrik sebagai jebakan tikus di area persawahan. Penggunaan perangkat beraliran listrik tanpa pengamanan yang memadai sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan sengatan listrik hingga mengancam keselamatan jiwa.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk mengedepankan kepedulian sosial, meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, serta memperkuat komunikasi dengan aparat kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.
Kapolsek Kembangbahu menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan lingkungan yang aman tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan dukungan aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kegiatan patroli dialogis menjadi salah satu sarana penting untuk membangun kedekatan antara Polri dan warga sekaligus menyerap informasi mengenai kondisi keamanan di lapangan.
Dengan adanya komunikasi yang baik, potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, patroli yang berlangsung di sejumlah titik wilayah hukum Polsek Kembangbahu tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.
Melalui kegiatan Patroli Kota Presisi, Polsek Kembangbahu terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kepolisian yang responsif, humanis, dan berorientasi pada pencegahan tindak kriminalitas demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat semakin sadar bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita tingkatkan kewaspadaan, saling menjaga lingkungan, mengutamakan keselamatan, dan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh warga, situasi kamtibmas di Kecamatan Kembangbahu dapat terus terjaga dengan baik. Ayo Jogo Lamongan,” pungkasnya.





