Capaian tersebut melampaui realisasi pengadaan pada 2025 yang tercatat sebanyak 3.191.969 ton. Bahkan, jumlah pengadaan tahun ini juga melewati rekor sebelumnya pada 2012 yang mencapai 3,65 juta ton.

Rekor pengadaan tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah melalui penyerapan produksi dalam negeri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Bulog yang telah bekerja keras mendukung pengadaan beras nasional.

Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama, termasuk keterlibatan petugas Bulog yang turun langsung ke lapangan untuk mendampingi petani dan memastikan hasil panen dapat terserap.

Ahmad Rizal juga mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, serta seluruh mitra kerja.

Menurutnya, dukungan lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengadaan pangan nasional sekaligus menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.

Bulog Bojonegoro Terus Genjot Penyerapan

Meski target pengadaan tahun 2026 telah terlampaui, Bulog Cabang Bojonegoro tetap berupaya menjaga momentum penyerapan gabah dan beras hingga akhir tahun.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen petani di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan tetap mendapatkan akses penyerapan melalui jaringan pengadaan Bulog.

Selain mendukung petani, pengadaan beras juga berperan penting dalam memperkuat stok pangan yang dikelola pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah masyarakat.

Dengan realisasi mencapai 104,65 persen dari target, Bulog Bojonegoro menjadi salah satu kantor cabang yang turut memberikan kontribusi terhadap pencapaian pengadaan beras nasional tahun ini.

Capaian tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan melalui penguatan kerja sama dengan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, dan pemerintah daerah.

Pengadaan yang optimal juga diharapkan mampu mendukung stabilitas harga gabah dan beras, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta mendorong terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2