Keberadaan industri tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko anjloknya harga telur dan ayam di tingkat peternak akibat kelebihan pasokan.
Selain itu, pengembangan industri tepung telur juga diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap produk impor serta membuka peluang pasar baru bagi hasil peternakan dalam negeri.
“Usulan kami dari para peternak untuk segera dibangun industri tepung telur tadi disetujui. Kami juga berharap pembangunan pabrik tepung daging, khususnya yang berasal dari ayam, bisa segera ditindaklanjuti,” kata Yudianto.
Sementara itu, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi, turut mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Ia menyebutkan, kebutuhan jagung bagi peternak dalam jaringan koperasinya diperkirakan mencapai 223 ribu ton selama periode Oktober 2026 hingga Februari 2027.
Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan pentingnya jaminan pasokan jagung dengan harga yang terjangkau agar usaha peternakan, khususnya skala mikro, kecil, dan menengah, tetap mampu bertahan.
Menurut Suwardi, sinergi antara koperasi peternak dan kelompok tani jagung dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pakan dan hasil produksi pertanian.
Dukungan pemerintah melalui penyediaan benih, penguatan distribusi jagung SPHP, serta upaya menjaga stabilitas harga diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha peternakan.
Di sisi lain, penguatan industri pengolahan hasil ternak menjadi langkah penting agar peningkatan produksi tidak justru menimbulkan tekanan harga akibat keterbatasan pasar.
Melalui kebijakan hilirisasi tersebut, Mentan Amran mendorong terciptanya sistem peternakan nasional yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Penguatan sektor hulu hingga hilir diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan jutaan peternak, tetapi juga memperkokoh ketahanan pangan nasional melalui ketersediaan telur dan daging unggas yang berkualitas dengan harga terjangkau.
Dengan terbangunnya kolaborasi antara pemerintah, petani jagung, koperasi, dan pelaku usaha peternakan, program hilirisasi diharapkan mampu menciptakan kepastian produksi sekaligus memperluas akses pasar bagi peternak di berbagai daerah.





