“Pengurus HKTI jangan hanya memangku jabatan secara administratif. Harus hadir dan bekerja untuk menyelesaikan persoalan konkret yang dihadapi para petani,” tegasnya.

Ia juga mendorong penerapan pertanian modern yang lebih efisien dan produktif. Transformasi tersebut dibutuhkan agar pertanian mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memberikan nilai ekonomi yang semakin menjanjikan bagi masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI H. Ahmad Labib, SH, MH menilai Kabupaten Lamongan memiliki potensi pertanian yang besar. Bahkan, sejumlah komoditas pertanian daerah tersebut dinilai memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara.

Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikembangkan melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem usaha sehingga produk pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.

HKTI Lamongan pun diharapkan mengambil peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan. Organisasi tersebut dapat menjadi salah satu penghubung antara petani dengan pemerintah, dunia usaha maupun pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut dinilai penting karena persoalan pertanian tidak hanya menyangkut produksi. Aspek ketersediaan sarana produksi, penggunaan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengolahan pascapanen hingga akses pemasaran juga menjadi bagian yang perlu diperkuat secara bersama-sama.

Pelantikan kepengurusan HKTI Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal penguatan konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan petani.

Ke depan, HKTI Lamongan juga diharapkan mampu mendorong regenerasi petani dengan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian, peternakan, perikanan maupun agribisnis.

Melalui HKTI Fest 2026, semangat membangun pertanian yang modern, produktif dan berkelanjutan diharapkan semakin menguat. Kolaborasi antara petani, pemerintah, pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci agar potensi sektor pangan Lamongan dapat dikelola secara optimal.

Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk lokal, membuka peluang usaha baru serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat Kabupaten Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2