Memasuki babak kedua, RANS terus mencari celah untuk memecah kebuntuan. Upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-82 melalui gol Aqsa Aqyuba.
Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Persela berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan, tetapi tidak berhasil menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persela, terutama dalam menjaga disiplin dan efektivitas permainan ketika menghadapi situasi sulit. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu juga perlu segera melakukan evaluasi agar dapat kembali meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, RANS Nusantara FC memperoleh tambahan tiga poin yang penting dalam persaingan Grup B. Kemenangan atas Persela menjadi modal bagi The Phoenix untuk menjaga momentum di tengah ketatnya perebutan posisi teratas.
Persaingan di Grup B Pegadaian Championship 2026/2027 diperkirakan tetap berlangsung ketat. Setiap poin akan sangat berarti bagi klub-klub yang berambisi menempati posisi terbaik pada akhir fase kompetisi.
Bagi Persela, kekalahan di Malang bukan akhir dari perjuangan musim ini. Laskar Joko Tingkir masih memiliki kesempatan untuk bangkit, memperbaiki kekurangan, dan kembali menunjukkan performa terbaik demi menjaga persaingan di papan atas.





