“Oleh karena itu kami ingin membandingkan dengan Kabupaten Banjar agar bisa menambah wawasan dan bisa saling mengisi serta berbagi ilmu pengalaman,” sebut Mahfud.
Sementara itu, Mujahid, menjelaskan untuk penyusunan RPJPD Kabupaten Banjar saat ini sudah memasuki tahapan pembahasan di DPRD, sebelumnya sudah disampaikan rancangan Perdanya dilengkapi dengan naskah akademik dan dokumen rancangan akhir RPJPDnya pada 31 Mei 2024, yaitu dilaksanakan secara paripurna.
“Untuk penyusunan RPJPD Kabupaten Banjar minta bantuan dengan PPKK Fisipol Universitas Gajah Mada sebagai tenaga ahli, dan tahapan penyusunannya kita melakukan Ekspose Ranwal di Forum Konsultasi Publik. Kemudian desk-desk dengan SKPD” jelas Mujahid.
Dalam visi RPJPDnya, Kabupaten Banjar mengusung visi “Banjar Berkelanjutan Maju, Agamis Sebagai Sentra Perikanan, Pariwisata dan Pertanian” dengan tagline “Banjar Bumi Intan”.
Adapun sebelum paparan Mujahid memperkenalkan terlebih dahulu tentang beragam pariwisata di Kabupaten Banjar diantaranya Pertokoan Permata CBS, wisata religi Sekumpul, Kelampaian, Pasar Terapung Lokbaintan serta sentra oleh-oleh dan kerajinan di Dekranasda Kabupaten Banjar.(bs)





