LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, mengintensifkan patroli Blue Light untuk mengantisipasi tindak kriminalitas jalanan dan potensi gesekan antarperguruan silat. Patroli malam tersebut menyasar sejumlah titik rawan kejahatan, ruas jalan minim penerangan, serta lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/10/2026) malam.
Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H., menjelaskan bahwa patroli Blue Light merupakan langkah preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, terutama pada malam hingga dini hari. Kegiatan tersebut difokuskan pada pencegahan tindak pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), serta potensi konflik yang melibatkan oknum anggota perguruan silat.
“Patroli Blue Light ini merupakan upaya kami untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gesekan antarperguruan silat. Kami ingin memastikan situasi wilayah Sarirejo tetap aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas maupun beristirahat dengan tenang,” ujar IPTU Moch. Sokep.
Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh dua personel Polsek Sarirejo, yakni Aiptu Rusdi dan Brigadir Fariz.
Kedua personel melakukan pemantauan situasi keamanan di sejumlah titik wilayah hukum Polsek Sarirejo yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan gangguan kamtibmas.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis terhadap masyarakat, khususnya kelompok pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam.
Petugas melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para pemuda serta tokoh masyarakat untuk menyampaikan imbauan agar tetap menjaga ketertiban lingkungan.
Warga yang masih bergerombol pada malam hari juga diimbau untuk segera kembali ke rumah masing-masing guna menghindari potensi terjadinya gangguan keamanan.
Selain memberikan imbauan, personel melaksanakan patroli dan bersiaga di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi terjadi tindak kriminalitas konvensional.
Perhatian petugas juga diarahkan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan maupun memiliki penerangan minim. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan patroli untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Tak hanya itu, polisi turut melakukan pemantauan pada lokasi yang berpotensi menjadi titik gesekan antarperguruan silat.
Menurut IPTU Moch. Sokep, langkah antisipasi perlu dilakukan secara konsisten untuk mencegah munculnya konflik yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.
“Kami mengedepankan langkah pencegahan dengan meningkatkan kehadiran anggota di lapangan. Selain memantau lokasi rawan kriminalitas, personel juga melakukan pendekatan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan, keberadaan perguruan silat di tengah masyarakat pada dasarnya memiliki peran positif dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pelestarian budaya bela diri.





