Program penyaluran 1,2 juta liter air bersih dijadwalkan berlangsung intensif pada 3 hingga 9 Oktober. Setelah tahap awal berakhir, kebutuhan masyarakat akan kembali dievaluasi.

“Apabila masih ditemukan daerah yang mengalami kekurangan air bersih, penyaluran bantuan lanjutan akan dipertimbangkan berdasarkan hasil asesmen di lapangan,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan, Bambang Eko Muljono, mengatakan penanganan krisis air bersih di Lamongan telah dilakukan bersama BPBD setempat selama beberapa tahun terakhir. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat di wilayah yang secara rutin mengalami kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.

Selain mendistribusikan bantuan air, BAZNAS Lamongan juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui rencana pembangunan sumur bor. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Desa Banggle, dan Desa Mragel Kecamatan Sukorame.

“Wilayah tersebut disebut mengalami kesulitan air hampir sepanjang tahun. Pembangunan sumur bor diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat, setidaknya untuk dua desa di sekitarnya,” terangnya.

Tak hanya menjadi langkah penanganan darurat, kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan infrastruktur air di daerah rawan kekeringan. Pembangunan sumur bor dan tandon air menjadi beberapa alternatif yang akan dikaji untuk mengurangi dampak krisis air secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, BAZNAS Jawa Timur berharap kebutuhan mendesak masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi sekaligus mendorong hadirnya solusi jangka panjang bagi wilayah yang berulang kali terdampak kekeringan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2