LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, melaksanakan patroli kewilayahan sekaligus monitoring potensi bencana alam di wilayah Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut menyasar area persawahan dan embung di Desa Gempoltukmloko serta wilayah sekitarnya guna mengantisipasi dampak kekeringan, potensi kebakaran lahan, hingga pohon tumbang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Sarirejo, IPTU Moch. Sokep, S.H., menegaskan bahwa patroli kewilayahan ini merupakan langkah preventif untuk memantau kondisi lingkungan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.

Pemantauan dilakukan terhadap debit air embung, kondisi lahan persawahan yang berpotensi mengalami kekeringan, serta titik-titik yang berisiko menimbulkan gangguan keselamatan masyarakat.

“Kami melaksanakan patroli dan pemantauan wilayah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam, khususnya kekeringan, kebakaran lahan, dan pohon tumbang. Kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan,” kata Kapolsek.

Dalam kegiatan tersebut, petugas jaga Polsek Sarirejo menyusuri sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemantauan. Area persawahan dan embung di Desa Gempoltukmloko menjadi salah satu perhatian, mengingat kondisi sumber air dan lahan pertanian perlu dipantau untuk mengantisipasi potensi permasalahan lingkungan.

Pemantauan debit air embung dilakukan sebagai bagian dari upaya mengetahui kondisi ketersediaan air di wilayah tersebut. Informasi mengenai kondisi sumber air menjadi penting bagi masyarakat, terutama warga yang menggantungkan aktivitas pertanian pada ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan.

Selain memantau sumber air, petugas turut memperhatikan kondisi persawahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Lahan yang mengering perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama apabila terdapat sumber api terbuka atau aktivitas pembakaran yang tidak terkendali di sekitar area pertanian.

Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun sisa tanaman secara sembarangan, khususnya di area yang kering dan berdekatan dengan vegetasi yang mudah terbakar. Warga juga diharapkan memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan serta segera melaporkan apabila melihat asap atau tanda-tanda kebakaran.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2