“Kami tidak ingin membatasi hak masyarakat untuk bersosialisasi, namun kami wajib bertindak tegas jika kerumunan tersebut sudah mengarah pada pelanggaran hukum atau membahayakan ketertiban umum. Jalur poros Lamongan–Gresik adalah jalur utama yang padat, sehingga keamanannya harus benar-benar terjaga dari aksi balap liar,” tegasnya.
Selain melakukan pembubaran kerumunan, personel di lapangan juga secara aktif memantau kondisi lingkungan sekitar guna mendeteksi adanya gerak-gerik mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana 3C. Pengawasan terhadap kendaraan yang diparkir di pinggir jalan juga ditingkatkan untuk memastikan tidak adanya ruang bagi pelaku kejahatan dalam menjalankan aksinya.
Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat diharapkan dalam menjaga keamanan ini. Pihak kepolisian mengimbau warga untuk segera melapor kepada petugas jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar mereka. Dengan adanya patroli intensif ini, diharapkan angka kejahatan jalanan dapat ditekan seminimal mungkin.
Hingga patroli berakhir pada Sabtu dini hari, situasi di sepanjang jalur poros Lamongan–Gresik terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya aksi balap liar maupun insiden kriminal yang menonjol. Polsek Deket berkomitmen untuk terus konsisten melakukan patroli serupa guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beristirahat maupun mereka yang sedang dalam perjalanan malam.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat pada jam rawan diharapkan mampu menjadi pengingat bagi setiap individu untuk senantiasa taat aturan dan menjaga ketertiban bersama.





