Ia mengajak seluruh lulusan untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, usaha dan kerja keras harus selalu diiringi dengan doa serta keyakinan terhadap pertolongan Allah SWT.
Dalam kesempatan itu, Rektor mencontohkan kisah Nabi Musa AS yang mendapatkan pertolongan Allah ketika menghadapi kejaran pasukan Fir’aun.
Ia juga mengangkat kisah Nabi Ibrahim AS yang diselamatkan Allah dari kobaran api.
Kedua kisah tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa manusia harus terus berikhtiar meskipun menghadapi keadaan yang tampak sulit.
“Musa tidak pernah menyangka dapat membelah lautan, tetapi hal itu terjadi karena pertolongan Allah. Begitu pula Nabi Ibrahim, yang diselamatkan Allah dari api yang membakarnya. Karena itu, ikhtiar harus selalu disertai doa dan keyakinan kepada pertolongan Allah,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa perjalanan setelah wisuda tidak selalu berjalan mudah. Persaingan dunia kerja, tuntutan profesionalitas, dan berbagai tantangan kehidupan membutuhkan kesiapan mental serta kemampuan untuk terus belajar.
Dengan bekal pendidikan yang telah diperoleh, para alumni Unisla diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Wisuda ke-XXIII ini sekaligus menandai bertambahnya jumlah alumni Unisla yang diharapkan dapat mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.
L
Sebanyak 1.166 lulusan kini memasuki babak baru untuk mengembangkan kemampuan, membangun karier, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Momentum wisuda tersebut bukan sekadar perayaan keberhasilan akademik, melainkan juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab seorang sarjana sesungguhnya dimulai ketika ilmu yang dimiliki diterapkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.





