“Dan di sela-sela pertandingan, ada situasi di mana pertandingan tidak berjalan semestinya, bagian ini terasa cukup mengecewakan,” ungkapnya.

Penundaan tersebut menjadi salah satu aspek di luar teknis permainan yang disoroti pelatih asal Korea Selatan itu. Meski demikian, hasil akhir tetap menunjukkan Persija belum mampu mengatasi tekanan pertandingan dan mempertahankan hasil yang menguntungkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Insiden tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan stadion agar pertandingan dapat berlangsung kondusif dan para pemain bisa bertanding tanpa gangguan di luar lapangan.

Rayhan Hannan: Kekalahan Jadi Bahan Evaluasi

Gelandang Persija, Rayhan Hannan, mengakui timnya sebenarnya mampu memperlihatkan permainan yang cukup baik sepanjang pertandingan. Namun, lemahnya penyelesaian akhir membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

“Saya rasa tim kami bermain baik hari ini babak pertama, babak kedua, tapi seperti yang Coach Shin bilang, kami kurang memaksimalkan peluang,” kata Hannan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Jakmania yang hadir langsung memberikan dukungan kepada Persija di kandang Persita.

Bagi Hannan, kekalahan perdana pada musim ini harus dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan. Tim tidak boleh hanya terpaku pada hasil akhir, tetapi perlu mengevaluasi detail permainan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.

“Pada malam ini saya rasa pelajaran yang cukup baik buat Persija karena setelah pekan kelima, akhirnya kami mendapatkan kekalahan perdana kami, dan ini akan menjadi bahan evaluasi tim kami ke depan untuk pertandingan selanjutnya,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Persija harus segera berbenah, terutama dalam memaksimalkan peluang dan menjaga konsentrasi ketika pertandingan memasuki menit-menit krusial.

Arema FC Menanti, Persija Dituntut Bangkit

Ujian berikutnya sudah menanti. Persija dijadwalkan menjamu Arema FC pada Rabu (21/10/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk bangkit sekaligus membuktikan bahwa kekalahan dari Persita tidak mengganggu konsistensi mereka dalam persaingan Super League musim ini.

Shin Tae-yong dan jajaran pelatih dituntut segera mengevaluasi efektivitas serangan, kemampuan membongkar pertahanan lawan, serta konsentrasi pemain sepanjang pertandingan.

Bagi Persija, tantangannya bukan sekadar kembali meraih kemenangan. Macan Kemayoran juga harus menunjukkan respons yang tepat setelah kehilangan rekor positif.

Kekalahan 3-2 dari Persita menjadi alarm bahwa setiap peluang harus dimaksimalkan dan setiap menit pertandingan harus dijalani dengan disiplin. Kini, laga melawan Arema FC menjadi panggung bagi Persija untuk menjawab keraguan dan kembali ke jalur kemenangan. (*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2