2. Bencana Non-Alam: Bencana yang dipicu oleh fenomena non-alam, contohnya wabah penyakit (seperti Covid-19), konflik industri, atau kegagalan teknologi seperti lumpur Lapindo.

3. Bencana Sosial: Bencana yang diakibatkan oleh ulah atau gesekan antarmanusia, salah satunya fenomena tawuran massal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain materi kebencanaan, Wakil Bupati Madiun juga memanfaatkan momen ini untuk membakar semangat belajar para siswa. Beliau mengajarkan pentingnya menanamkan nilai disiplin yang kuat serta tekad belajar setinggi-tingginya demi masa depan bangsa.

Di akhir sambutannya, dr. Purnomo Hadi memberikan instruksi tegas kepada kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik di SMPN 1 Kare untuk menyikapi isu perundungan (bullying) secara serius.

Pemerintah daerah meminta pihak sekolah melakukan tindakan preventif maupun penindakan yang tegas jika ditemukan kasus tersebut di lingkungan sekolah.

“Pihak sekolah harus menindaklanjuti perihal bullying ini dengan sangat serius. Perlu kita ketahui bersama, faktor utama terjadinya gangguan kejiwaan dan trauma mendalam pada anak sering kali berakar dari tindakan perundungan. Selain itu, segala bentuk tindakan premanisme di sekolah juga harus segera disikapi dan disapu bersih agar lingkungan belajar tetap aman dan nyaman,” pungkasnya tegas.

Kegiatan Tagana Masuk Sekolah ini ditutup dengan sesi simulasi kebencanaan interaktif yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh siswa serta guru pendamping di SMPN 1 Kare.(Edi Marpaung)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2