LAMONGAN, BeritaSiber.com – Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam, khususnya kekeringan, kebakaran lahan, dan pohon tumbang, jajaran Polsek Sarirejo Polres Lamongan terus meningkatkan patroli kewilayahan serta pemantauan kondisi lingkungan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan persawahan dan embung Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 10.49 WIB hingga selesai. Patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
Kapolsek Sarirejo, IPTU Moch. Sokep, S.H., menyampaikan bahwa patroli kewilayahan dengan sasaran kawasan persawahan dan sumber penampungan air merupakan langkah penting untuk mendeteksi secara dini berbagai potensi kerawanan lingkungan.
Menurutnya, pemantauan debit air embung, kondisi lahan pertanian, serta pepohonan di sekitar wilayah rawan perlu dilakukan secara berkala guna meminimalkan risiko bencana yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.
“Kegiatan patroli ini kami laksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri dalam mengantisipasi potensi bencana alam, terutama kekeringan, kebakaran lahan persawahan, maupun pohon tumbang. Kami ingin memastikan kondisi wilayah tetap terpantau sehingga apabila ditemukan potensi kerawanan, langkah antisipasi dapat segera dilakukan bersama pihak terkait,” ujar IPTU Moch. Sokep.
Dalam kegiatan tersebut, petugas jaga Polsek Sarirejo menyusuri sejumlah titik di kawasan persawahan dan sekitar embung Desa Gempoltukmloko. Pemantauan difokuskan pada kondisi debit air embung atau waduk yang menjadi salah satu sumber penampungan air di wilayah tersebut, sekaligus mengamati kondisi lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.
Selain melakukan pengecekan terhadap kondisi sumber air, petugas juga memantau area persawahan yang berpotensi mengalami kebakaran akibat kondisi lahan kering. Pemeriksaan lingkungan sekitar turut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pohon tumbang yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
IPTU Moch. Sokep menjelaskan bahwa upaya pencegahan bencana tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa, serta seluruh pihak terkait. Oleh sebab itu, kegiatan patroli juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi langsung dengan warga untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mengenali potensi bahaya sejak dini.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas di kawasan persawahan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api. Hindari pembakaran sampah maupun sisa tanaman secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran lahan, terlebih apabila kondisi lingkungan sedang kering,” jelasnya.





