LAMONGAN, BeritaSiber.com – Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam dan dampak kekeringan, jajaran Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, melaksanakan patroli kewilayahan dengan melakukan pemantauan kondisi debit air embung, lahan persawahan, serta sejumlah titik yang berpotensi mengalami kerawanan bencana.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (10/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB, dengan menyasar kawasan persawahan dan embung di Desa Gempoltukmloko serta wilayah sekitarnya, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan. Patroli ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kekeringan, kebakaran lahan, dan pohon tumbang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Sarirejo, IPTU Moch. Sokep, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan patroli kewilayahan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun sektor pertanian.

Menurutnya, pemantauan kondisi lingkungan secara langsung menjadi langkah penting dalam mendeteksi potensi kerawanan sejak dini sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara optimal.

“Patroli kewilayahan ini kami laksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan dan bencana alam lainnya. Anggota kami melakukan pemantauan kondisi debit air embung, lahan persawahan, serta lingkungan yang berpotensi mengalami kebakaran maupun pohon tumbang. Kami ingin memastikan situasi wilayah tetap aman sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi lingkungan,” ujar IPTU Moch. Sokep dalam penjelasan mengenai tujuan kegiatan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, petugas jaga Polsek Sarirejo menyusuri sejumlah kawasan pertanian dan melakukan pemantauan di sekitar embung Desa Gempoltukmloko. Lokasi tersebut menjadi salah satu sasaran patroli karena keberadaan sumber air memiliki peranan penting dalam mendukung aktivitas pertanian dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Pemantauan debit air embung dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air yang dapat berdampak terhadap lahan pertanian, terutama ketika wilayah mengalami kondisi kering dalam waktu yang cukup panjang.

Selain memonitor kondisi sumber air, personel kepolisian juga memperhatikan situasi lahan persawahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Kondisi lahan yang kering perlu mendapatkan perhatian karena dapat meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran apabila terdapat aktivitas pembakaran terbuka yang tidak terkendali.

Dalam kegiatan tersebut, petugas turut memberikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), termasuk mengingatkan warga agar tidak sembarangan melakukan pembakaran sampah, rumput kering, maupun sisa tanaman di sekitar lahan pertanian.

Imbauan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mencegah kebakaran sejak dini, mengingat api dapat menyebar dengan cepat apabila mengenai material kering, terlebih ketika disertai hembusan angin.

Tidak hanya berfokus pada potensi kekeringan dan kebakaran lahan, patroli kewilayahan juga mencakup pemantauan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2