Hendra menekankan pentingnya pembagian peran antarlembaga dalam pelaksanaan penyelamatan. Keterlibatan otoritas veteriner, dokter hewan, tenaga medis konservasi, pemerintah daerah, dan instansi terkait diperlukan agar proses evakuasi serta pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.

“Penyelamatan satwa dan hewan peliharaan saat terjadi kebakaran hutan perlu dilakukan secara terkoordinasi, dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan. Yang terpenting, setiap instansi memahami perannya sehingga penanganan dapat berjalan cepat, tepat, dan risiko penularan penyakit bisa ditekan,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Koordinasi tersebut juga penting untuk memastikan hewan yang dievakuasi mendapatkan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhannya. Dengan demikian, upaya penyelamatan tidak hanya berorientasi pada keselamatan hewan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

Kesiapsiagaan menghadapi zoonosis tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga profesional. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dini melalui pengamatan dan pelaporan kondisi hewan di lingkungan sekitarnya.

Kementan mendorong masyarakat segera melaporkan temuan hewan sakit, kematian hewan yang tidak biasa, atau dugaan penyakit menular kepada petugas berwenang. Informasi tersebut diperlukan untuk verifikasi lebih lanjut dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Pelaporan sejak dini dapat membantu mempercepat identifikasi potensi masalah kesehatan hewan sekaligus mendukung respons yang lebih terarah. Namun, dugaan penyakit tetap perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan oleh petugas yang kompeten.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Otorita IKN, Kementan, PDHI, dan instansi terkait memperkuat pemahaman mengenai pencegahan zoonosis, komunikasi risiko, kesiapsiagaan darurat, serta koordinasi penyelamatan satwa.

Penguatan tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan IKN yang memperhatikan keseimbangan antara aktivitas manusia, kelestarian habitat, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Bagi Kementan, kesehatan hewan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perlindungan kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan One Health, penguatan surveilans, dan kolaborasi lintas sektor, potensi ancaman zoonosis diharapkan dapat dikenali lebih awal dan ditangani secara tepat.

Langkah ini sekaligus mendukung upaya mewujudkan IKN sebagai kawasan yang sehat, aman, dan berkelanjutan, dengan perlindungan terhadap manusia maupun satwa menjadi bagian dari pembangunan jangka panjang. (*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2