Tak berhenti di tingkat desa, Misran juga memiliki keinginan agar kegiatan tersebut suatu saat dapat dikembangkan dengan cakupan peserta yang lebih luas. Pemerintah desa berencana mengusulkan kegiatan serupa kepada Pemerintah Kecamatan Glagah.

Menurutnya, jika mendapat dukungan dan difasilitasi dengan lokasi yang lebih luas, lomba mancing dapat menjadi kegiatan bersama yang melibatkan warga dari berbagai desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kalau desa saja bisa mengadakan, kenapa kecamatan tidak bisa. Kami akan mengusulkan kepada Pak Camat supaya kegiatan seperti ini bisa didukung dan mencari lokasi yang lebih luas, misalnya di kawasan Bengawan atau tempat lain yang memungkinkan,” tuturnya.

Sementara itu suasana kompetisi semakin terasa ketika para peserta mulai mempersiapkan umpan dan menunggu ikan menyambar kail. Sebagian peserta bahkan rela tidak tidur semalaman demi mengikuti perlombaan dan mendapatkan posisi terbaik.

Salah satu peserta yang berhasil membawa pulang hadiah utama adalah Ismail Wahyusi. Ia menjadi juara pertama setelah berhasil mendapatkan ikan patin dengan bobot 1,420 kilogram.

Yosi mengaku membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga ikan tersebut berhasil ditaklukkan. Dengan menggunakan umpan sederhana berupa cacing, perjuangannya akhirnya membuahkan hasil.

“Kurang lebih satu jam tadi. Umpannya cacing. Alhamdulillah dapat juara satu dan hadiahnya sepeda listrik,” katanya.

Kemenangan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Ismail karena untuk pertama kalinya ia berhasil menjadi juara dalam lomba memancing. Ia pun berencana memanfaatkan sepeda listrik yang didapatkannya untuk menunjang aktivitas anaknya yang masih bersekolah.

“Baru kali ini dapat juara. Mudah-mudahan ke depannya ada lagi,” ujarnya.

Saking bersemangatnya mengikuti perlombaan, Ia bahkan mengaku bahkan tidak tidur pada malam sebelum lomba. Ia menyampaikan hal tersebut sembari bergurau bahwa persiapannya menghadapi perlombaan membuatnya terus memikirkan momen lomba.

“Semalam nggak tidur,” katanya sambil tertawa.

Bagi masyarakat Desa Glagah, lomba mancing tersebut kini mulai menjadi tradisi baru dalam merayakan kemerdekaan. Kehadiran ikan patin hasil budidaya desa, hadiah yang beragam hingga suasana persaingan yang tetap penuh keakraban membuat kegiatan tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2