LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Lamongan Kota, Polres Lamongan, terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan kegiatan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Shubuhan Keliling yang dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah, Dusun Blungkan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 jamaah dan menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolsek Lamongan Kota, Kompol Beni Ulang Setiawan, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan Shubuhan Keliling merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya membangun komunikasi yang baik dengan warga melalui pendekatan keagamaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Melalui kegiatan Shubuhan Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat, membangun kepercayaan, serta mengajak seluruh elemen warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kami berharap hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga setiap potensi gangguan kamtibmas bisa diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri tiga personel Polsek Lamongan Kota, yakni Aiptu Siswanto selaku Perwira Pengawas (Pawas) Sekta, Aiptu Ali Utomo selaku Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT) Sekta, serta Aipda Andri Firmansyah selaku Panit Provos Sekta. Para personel mengikuti kegiatan bersama jamaah salat Subuh di Masjid Nurul Hidayah.

Selain melaksanakan ibadah bersama, personel kepolisian memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan jamaah serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat senantiasa menjaga kerukunan, meningkatkan kewaspadaan, dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Shubuhan Keliling juga menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui sarana ibadah. Kehadiran polisi di tengah aktivitas keagamaan diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas, sehingga warga dapat menyampaikan aspirasi, masukan, maupun informasi terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2