LAMONGAN, BeritaSiber.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Solokuro, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur, melaksanakan monitoring tanaman ubi-ubian yang dibudidayakan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (18/10/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mendorong produktivitas sektor pertanian sekaligus mendukung Program Pekarangan Bergizi (P2B) yang digagas pemerintah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan merupakan wujud komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani yang menjadi salah satu ujung tombak dalam menjaga ketersediaan pangan.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, petani, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian sangat diperlukan agar berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam kegiatan bercocok tanam dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

“Kami ingin memastikan bahwa para petani mendapatkan perhatian dan pendampingan yang diperlukan, sehingga kegiatan pertanian di wilayah Kecamatan Solokuro dapat berjalan dengan baik. Melalui koordinasi bersama UPT Pertanian, kami berharap kendala yang dihadapi petani, terutama terkait serangan hama dan upaya peningkatan hasil panen, dapat ditangani secara tepat,” ujarnya.

Monitoring tanaman ubi-ubian tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan tanaman sekaligus melihat secara langsung potensi dan tantangan yang dihadapi petani di lapangan. Ubi-ubian menjadi salah satu komoditas pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif, sehingga pengembangan budidayanya memiliki peran dalam mendukung diversifikasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Polsek Solokuro mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan menjalin komunikasi bersama petani dan UPT Pertanian. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperlancar penyampaian informasi mengenai kondisi tanaman, kebutuhan petani, serta berbagai persoalan teknis yang membutuhkan perhatian dari pihak terkait.

Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian ialah serangan hama tikus dan hama tanaman lainnya yang berpotensi mengganggu pertumbuhan serta menurunkan hasil produksi pertanian. Permasalahan tersebut membutuhkan penanganan yang terarah melalui koordinasi dengan petugas pertanian agar langkah pengendalian dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan jenis gangguan yang ditemukan.

Dalam hal ini, Polsek Solokuro berupaya menjadi jembatan komunikasi antara petani dan UPT Pertanian. Dengan adanya koordinasi yang baik, informasi mengenai kendala pertanian diharapkan dapat tersampaikan secara cepat, sehingga petani memperoleh arahan dan pendampingan teknis dari pihak yang berkompeten.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2