LAMONGAN, BeritaSiber.com – Guna mengantisipasi tindak kriminalitas serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, mengintensifkan kegiatan Patroli Kota Presisi (PKP) dengan menyasar sejumlah objek vital dan pusat aktivitas perekonomian masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB tersebut difokuskan pada upaya pencegahan kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polsek Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Kembangbahu, IPTU Sono, S.H., menjelaskan bahwa patroli objek vital merupakan salah satu langkah preventif kepolisian untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, lokasi pelayanan publik dan pusat transaksi ekonomi menjadi salah satu sasaran prioritas pengawasan karena memiliki mobilitas masyarakat yang cukup tinggi dan memerlukan perhatian dari sisi keamanan.

“Patroli Kota Presisi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran anggota kepolisian di objek vital bertujuan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujar IPTU Sono.

Dalam kegiatan tersebut, dua personel Polsek Kembangbahu, yakni Aiptu Mustar dan Aipda Kujianto, diterjunkan untuk melaksanakan patroli secara langsung di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengamanan.

Adapun objek vital yang menjadi fokus patroli meliputi minimarket di wilayah Kecamatan Kembangbahu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pelang Kembangbahu, serta Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kembangbahu.

Ketiga lokasi tersebut menjadi bagian dari sasaran patroli karena berkaitan langsung dengan aktivitas pelayanan masyarakat, transaksi keuangan, serta kegiatan perekonomian yang membutuhkan situasi keamanan kondusif.

Selama pelaksanaan patroli, petugas melakukan pengamanan secara terbuka dengan memantau kondisi lingkungan sekitar objek vital. Selain itu, personel kepolisian juga berkoordinasi dengan petugas keamanan maupun karyawan untuk membahas berbagai potensi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi.

Melalui pendekatan dialogis, petugas menyampaikan sejumlah imbauan agar pengelola objek vital meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan serta memperhatikan sistem keamanan di lingkungan kerja masing-masing.

IPTU Sono menegaskan bahwa koordinasi antara kepolisian, petugas keamanan, dan karyawan merupakan bagian penting dalam membangun sistem pencegahan kejahatan yang efektif.

“Kami mengimbau petugas keamanan maupun karyawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi di lingkungan kerjanya. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, segera lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

Selain mengantisipasi kejahatan terhadap fasilitas usaha dan pelayanan publik, patroli tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian kendaraan bermotor di area parkir.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2