.COM | – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah () memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten .

Sebagai motor penggerak lokal, berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun, salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh pelaku adalah ketergantungan pada rintenir atau lintah darat.

Untuk itu, upaya mewujudkan bebas rintenir menjadi sangat penting dalam membangun kemandirian yang berkelanjutan.

Rintenir menawarkan solusi cepat bagi kebutuhan modal dengan memberikan pinjaman tanpa jaminan yang sering kali menarik bagi pelaku usaha kecil.

Namun, bunga tinggi yang dibebankan serta syarat pengembalian yang memberatkan dapat menjerat pelaku dalam siklus utang yang tak berkesudahan.

Hal ini tidak hanya menghambat pertumbuhan , tetapi juga dapat menyebabkan kebangkrutan dan masalah sosial yang serius. Inisiatif dan Langkah Strategis

Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dilakukan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga , dan masyarakat. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Meningkatkan Akses Pembiayaan Formal: Pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan bank dan koperasi untuk menyediakan akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan dengan bunga yang terjangkau. Program kredit mikro dengan bunga rendah dan syarat yang lebih fleksibel dapat menjadi solusi efektif bagi pelaku .

2. dan Literasi : Mengadakan pelatihan manajemen dan literasi bagi pelaku sangat penting. Dengan pengetahuan yang memadai, mereka dapat mengelola modal secara lebih efektif dan menghindari jeratan utang dari rintenir.

Baca Artikel Lainnya :