| – Industri bisa dikatakan sebagai penunjang perekonomian terbesar di Indonesia, begitupun dengan yang menempati posisi kedua sebagai provinsi dengan jumlah industri terbanyak yang mencapai kurang lebih 833.726 unit usaha dan menyerap 3,26 juta tenaga kerja.

Banyaknya industri mulai dari industri skala sedang hingga besar, tidak hanya berpengaruh terhadap sektor perekonomian masyarakat tetapi juga berpengaruh terhadap sektor yang mencangkup pekerja industri maupun di masyarakat sekitar daerah industri tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Seringnya terpapar zat kimia beracun seperti asbes, pestisida, pelarut dan logam berat, serta debu dan asap dari proses produksi, dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang umum terkait dengan lingkungan industri diantaranya adalah pneumoconiosis, silikosis, anthrako-silikosis, asbestosis, bisinosis dan bagasosis, asma kerja, pneumositis hipersensitif, PPOK, dan lain sebagainya .

Hal ini didukung oleh meningkatnya jumlah pasien yang berobat karena penyakit paru-paru dari tahun ke tahun.

Berangkat dari permasalahan tersebut, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit paru-paru dan menjaga paru-paru kita, yaitu :

1. ⁠Berhenti merokok bagi masyarakat yang mengkonsumsi rokok dengan metode mengurangi perlahan jumlah rokok perharinya (misalnya dari 1 pack menjadi ½ pack, dst sampai berhenti)

2. Melindungi diri dari asap polutan ( pabrik, sisa sisa produksi) dengan menggunakan masker yang proper (masker medis, atau double masker)

3. Konsumsi makanan yang bergizi dan vitamin jika diperlukan, karena akan membentuk imun yang kuat dan membentuk antioksidan alami dalam tubuh

4. Manfaatkan waktu saat jam istirahat (misalnya istirahat, menghirup udara segar diarea “hijau” dilingkungan pabrik

Baca Artikel Lainnya :