.com – Badan Pengusahaan Batam () bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengadakan Forum Groub Discussion sebagai upaya peningkatan nasional di hall and meeting room Maja Pahit Surya Hotel , Jumat (03/10/2023).

Dalam seminar ini dihadiri oleh Wahyu Triwidijo Koentjoro Anggota bidang Administrasi dan dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji, S.E., M.Si. serta juga dihadiri secara virtual oleh Purwiyanto selaku Wakil Kepala PB Batam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam seminar ini diikuti peserta dari elemen masyarakat kabupaten , seminar ini mengusung tema “Membangun Semangat Ekspor Untuk Peningkatan Nasional: Kemudahan Investasi di Batam”.

Kegiatan ini dilaksanakan antara lain untuk mengenalkan Batam sebagai kawasan industri yang berorientasi ekspor, baik secara infrastruktur maupun kebijakan kepada masyarakat Kabupaten .

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain itu, juga menginformasikan kondisi perkembangan dan pembangunan Batam saat ini. Termasuk menyampaikan mengenai kebijakan serta fasilitas yang ada di Batam dalam rangka mendukung iklim investasi.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala , Purwiyanto, menjelaskan mengenai letak Pulau Batam yang sangat strategis, berada di antara negara Singapura dan Malaysia, yang dipisahkan oleh Selat Malaka. Saat ini Batam telah berkembang sebagai daerah industri perkapalan, perdagangan dan pariwisata secara progresif.

“Pemerintah Pusat telah mengeluarkan kebijakan mengenai kelembangaan dan kebijakan strategis pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun atau BBK. Untuk meningkatkan ekosistem investasi, pertumbuhan , perluasan lapangan kerja serta peningkatan daya saing kawasan,” katanya.

Purwiyanto juga menjelaskan mengenai perkembangan dan pembangunan fasilitas di Kota Batam. Termasuk iklim investasi dan infrastruktur yang memadai.
Purwiyanto mengatakan, pada tahun 2022, Batam juga berhasil menciptakan surplus perdagangan yang didukung oleh nilai ekspor yang besar, di mana memberikan kontribusi sebesar 79 persen terhadap eskpor Kepulauan Riau tahun 2022.

“Hal tersebut tentunya diperoleh dari langkah-langkah strategis , dukungan dan peran pelaku usaha dan masyarakat dalam mewujudkan kondusivitas iklim berusaha di Kota Batam,” katanya.

Baca Artikel Lainnya :
MUNGKIN ANDA TERTARIK :