| – Waspada adanya , terbukti Direktorat Reserse Umum (Ditreskrimum) berhasil mengamankan empat orang tersangka yaitu YH (51) warga Cipaku Bogor, FS (61) warga Pusat, M (52) warga Dumai Timur, dan N (61) warga Cakung Timur.

Hal itu setelah Ditreskrimum berhasil mengungkap tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh sejumlah tersangka calo rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermula dari adanya seleksi pendaftaran ASN di Kementerian Hukum dan Ham ().

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat ( Kabidhumas ) ,Kombes Pol Dirmanto saat menggelar Konferensi Pers di Gedung Bidhumas ,

“Ditreskrimsus berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, menindaklanjuti laporan Polisi LPB 183/XII tahun 2023 SPK Polda , tanggal 20 Maret 2023, dengan laporan atas nama korban Ridwan,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) , Kombes Pol Dirmanto saat menggelar Konferensi Pers di Gedung Bidhumas , Jumat (19/01/2024).

Wakil Direktur Reserse Umum (Wadirreskrimum) , AKBP Piter Yanottama menjelaskan secara detail kronologi kejadian calo ASN ini dengan tiga gelombang peristiwa yang terjadi.

Gelombang pertama dikatakan AKBP Piter sebanyak 20 orang korban itu melakukan seleksi untuk menjadi ASN di , namun hasil seleksinya gagal.

“Lalu muncullah sosok tersangka yang berinisial YH, yang kemudian kebetulan kenal dengan korban, mengiming-imingi kepada korban bahwa yang bersangkutan sanggup untuk bisa melanjutkan atau memunculkan, atau meluluskan 20 orang masyarakat yang gagal tersebut, melalui formasi susulan,” jelas AKBP Piter.

Atas bujuk rayunya dari tersangka YH kepada korban, sehingga korban akhirnya tergiur dan mengikuti apa yang diinginkan oleh tersangka YH, yaitu dengan cara tersangka YH meminta sejumlah uang agar bisa meloloskan 20 orang itu untuk menjadi ASN di .

“Total uang yang di berikan oleh korban kepada tersangka YH sebanyak Rp 1,384 Milyar,” tambah Piter.

Namun faktanya setelah uang diserahkan ternyata tidak juga meluluskan 20 orang masyarakat yang mendaftar ASN tersebut, untuk menjadi ASN.

Aksi berikutnya, dikarenakan sudah tidak lulus-lulus, tersangka YH mengenalkan tersangka FS dan tersangka N kepada korban.

“Tersangka YH mengatakan kepada korban bahwa tersangka FS dan N ini mempunyai akses yang luas dan kuat di Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahkan sanggup untuk memasukkan masyarakat yang ingin menjadi ASN baik di tingkat pusat maupun di daerah, Kabupaten maupun Kota,” jelas AKBP Piter.

Baca Artikel Lainnya :