.COM | Keindahan dan kekayaan budaya tidak pernah berhenti memukau wisatawan. Salah satu daya tarik utama kota adalah Sumbu Filosofi, poros imajiner yang membentang dari Tugu Pal Putih ke Selatan hingga Panggung Krapyak.

Lebih dari sekadar landmark, Sumbu Filosofi menyimpan makna filosofis mendalam dan menjadi simbol harmonisasi antara Keraton , alam semesta, dan rakyatnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

UNESCO sebagai lembaga (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang menaungi bidang kebudayaan telah menganugerahkan Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Dunia.

Pengakuan ini semakin mengukuhkan , sebagai destinasi istimewa yang tidak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga nilai budaya luhur.

“Pemerintah Kota pun tak ragu menjadikan Sumbu Filosofi sebagai lokomotif kemajuan pariwisata. Berbagai program dan strategi telah digagas untuk memaksimalkan potensi kawasan ini,” ujar DR. (CAN) Ariyanto, S.E.,M.M., Senin (20/5/2024).

Program itu antara lain, pengembangan infrastruktur yakni mempercantik taman dan ruang publik di sepanjang Sumbu Filosofi, meningkatkan aksesibilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda, serta membangun fasilitas penunjang seperti toilet dan tempat duduk.

Kemudian, Pelestarian budaya adalah mengadakan berbagai kegiatan budaya seperti pertunjukan seni, festival, dan workshop di sepanjang Sumbu Filosofi.

Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada wisatawan dan menumbuhkan rasa cinta budaya bagi masyarakat lokal.

Baca Artikel Lainnya :