.COM | – Pengamat dan Praktisi Hukum, Romi Habie, SH.MH., mengaku prihatin atas penahanan ijazah milik salah seorang pelajar di SMK Taman Siswa Jetis, . Tindakan itu menurutnya adalah illegal.

IMG_20240610_222115_11zon
Bs Iklan 970x250_11zon
IMG-20240708-WA0017_11zon
IMG_20230829_204843

“Apabila peristiwa ini benar maka saya termasuk ikut prihatin karena zaman sekarang masih ada satuan yang bertindak secara ilegal. Meskipun sebagai bentuk bargaining antara orangtua siswa dan sekolah, akan tetapi dari sisi norma hukum hal itu melanggar,” kata Romi, Minggu (7/7/2024).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya hal ini terdapat aturan yang melarang praktek tersebut antara lain seperti, Pasal 9 Ayat (2) Peraturan Sekjen Kemendikbudristek Tahun 2022, yang menentukan satuan dan dinas tidak di perkenankan untuk menahan atau tidak memberikan ijazah kepada pemilik ijazah yang sah dengan alasan apapun.

“Oleh karena itu, sebaiknya pihak satuan (sekolah) berkomunikasi dengan dinas terkait permasalahan ini,” katanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemerintah Daerah sebagai stakeholder menjadi pihak yang bertanggung-jawab terkait permasalahan orang tua yang tidak mampu mengadakan biaya sekolah terhadap warganya.

“Oleh karenanya, saran saya agar orangtua juga berkomunikasi dengan Komite Sekolah dan Dinas setempat, dan meminta Pemerintah Daerah, demi masa depan anak yang terkatung-katung karena tidak dapat mencari kerja dan/atau melanjutkan lanjut dengan alasan tidak memiliki ijazah asli,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ngadiman warga Brontokusuman, Mergangsan, , berharap pihak SMK Taman Siswa Jetis yang beralamat Jalan Pakuningratan No.34, , memberikan ijazah puteranya bernama Ari Widodo.

Ngadiman mengakui, bahwa tunggakan biaya di sekolah tersebut cukup banyak. Sehingga, dirinya tidak mampu untuk melakukan pembayaran.

Baca Artikel Lainnya :