.COM | – Perhimpunan Pengecer Pupuk Indonesia (PPPI) dan petani menggelar audiensi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian (Kementan) RI di , Selasa (04/06/2024).

Dalam audiensi tersebut juga dihadiri Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian , Satgassus Polri, Anggota DPR RI Komisi IV H Khilmi dan juga undangan yang lainnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada pertemuan itu juga ada beberapa hal yang disampaikan salah satunya agar diupayakan tambahan kouta pupuk untuk Petani di khususnya daerah Kabupaten dan .

Dalam audiensi yang digelar bersama Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian ada sejumlah poin lainnya yang disampaikan diantaranya kesulitan juga kekurangan pelaporan pada i-pubers, resiko-resiko yang ada baik bagi petani dan kios dalam hal kesalahan admin pelaporan agar bisa diberikan waktu untuk memperbaiki dan juga untuk regulasi untuk kios agar bisa tetap eksis.

Kordinator PPPI Ir. Kusbianto Susilo Putro MSI menyampaikan saat audiensi akan keluh kesah para petani di jatim khususnya di Kabupaten , dan sekitarnya yang mayoritas penduduknya adalah petani.

“Kami memohon kepada Kementrian Pertanian untuk memberikan tambahan kouta pupuk untuk para petani di juga dan sekitarnya,” ucap Kusbianto Susilo Putro yang akrap dipanggil pak Gatot saat audiensi di gedung D .

Kusbianto yang juga sebagai Kepala Desa Deket Wetan Kabupaten ini sebelumnya juga menyampaikan bahwa dia bersama dengan yang lainnya juga memiliki keluhan yang sama.

“Kami hadir bersama dengan 40 Anggota dari berbagai Kabupaten/Kota dari Jatim untuk mengupayakan adanya tambahan kouta pupuk, khususnya untuk petani . Kami menjelaskan bahwa alasan kami meminta tambahan kouta ialah untuk menjadikan Jatim, Khususnya Kabupaten benar-benar menjadi lumbung pangan Nasional,” paparnya.

Kusbianto juga secara khusus menerangkan bahwa diwilayah utara Kabupaten , dan sekitarnya, para petani kesusahan mendapatkan kouta pupuk untuk menunjang pertaniannya dan hal tersebut juga dirasakan oleh petani di daerah-daerah lainnya, Khususnya petani .

“Kami berharap, setelah audiensi bersama Dirjen prasarana dan sarana Pertanian kali ini ada langkah-langkah taktis selanjutnya, sehingga upaya kami dan rekan-rekan lainnya bisa membuahkan hasil,” harapnya.

Baca Artikel Lainnya :